Minggu, 01 Januari 2012

Setiawan Djodi: Bento Berontak

Setiawan Djodi: Bento Berontak
Eko Hendrawan Sofyan | Kamis, 29 Desember 2011 | 06:53 WIB 
Eyang Setiawan Djodi
     JAKARTA, KOMPAS.com -- Setiawan Djodi (62) bersama Iwan Fals dan Sawung Jabo kembali menggelar konser dalam Kantata Barock pada Jumat (30/12) malam di Gelora Bung Karno, Jakarta. Lebih dari 20 tahun silam, mereka menggelar konser di tempat yang sama.
Dulu, kita mengatakan orang Bento. Sekarang Bento itu aku, tetapi ini Bento yang baik, ha-ha-ha

”Saya syukuran karena dapat kembali survive. Dokter pernah bilang kesempatan sembuh saya kecil, 20 persen saja enggak ada. Tetapi, saya diberi kesempatan hidup. Ini mukjizat, saya harus mengisi hidup dengan perbuatan baik,” kata Djodi tentang momentum pergelaran Kantata Barock.

Selain itu, lewat konser, Djodi juga ingin menyampaikan pandangan mereka tentang kehidupan di republik ini. Dia ingin menyampaikan kritik sosial tanpa harus memfitnah. ”Kata Iwan (Fals), kritis tetapi jangan ceriwis he-he-he,” ujarnya.

Dalam konser ini, Djodi, Iwan, dan Jabo membawakan sejumlah lagu kondang Kantata seperti ”Bento”, ”Bongkar”, ”Badut”, ”Hio”, serta ”Kesaksian”.

Hanya saja, sekarang si Bento telah berubah wajah, dan judulnya pun menjadi ”Barong Bento”. Lagu ini digarap dengan nuansa Bali. ”Dulu, kita mengatakan orang Bento. Sekarang Bento itu aku, tetapi ini Bento yang baik, ha-ha-ha,” kata Djodi.

Maksudnya, jika dulu si Bento merupakan personifikasi ketamakan yang mempunyai bisnis menjagal apa saja, kini Bento berjuang melawan apa saja dan ”sadar berontak”. 


benot rambu anarky



Tidak ada komentar:

Posting Komentar