Minggu, 01 Januari 2012

Kantata Barock Harus "Membayar Mahal"!



 Kantata Barock Harus "Membayar Mahal"!



JAKARTA, KOMPAS.com — Minus almarhum "Si Burung Merak" WS Rendra, almarhum Inisisri, serta Yockie Suryoprajogo, kekhawatiran banyak orang akan "hambarnya" konser Kantata Barock, Jumat (30/12/2011) , di Gelora Bung Karno, tentu ada. Meskipun tak lagi mengusung nama Kantata Takwa, di mata penggemarnya terutama, hawa konser itu tetap saja "Kantata Takwa".
Di atas panggung pada geladi resik konser, Kamis (29/12/2011) malam tadi, Iwan Fals, Sawung Jabo, serta Setiawan Djody tampil membawakan beberapa nomor lagu yang jauh dari perkiraan. Beberapa nama pemusik yang mengiringi pun sangat berbeda dengan konser perdana Kantata Takwa tahun 1991 di tempat yang sama, yang saat itu masih bernama Istora Senayan Jakarta.
Sangat jauh berbeda, memang. Tak ada lagi gitaris sekaliber Totok Tewel dan Eet Syahranie yang berlarian ke sana-kemari mengiringi permainan Setiawan Djody. Atau, cabikan bas dahsyat dari si "anteng" asal God Bless, Donny Fattah, yang mengisi hampir semua lagu di Kantata Takwa, bahkan Swami dan Kantata Samsara.
Muka lama yang masih tersisa di atas panggung hanya Dody "Elpamas" Katamsi sebagai backing vocal dan beberapa pemusik dari Sirkus Barock bentukan Sawung Jabo, seperti Joel Tampeng (gitar), Toni Agusbekti Sutomo (bas), Endy Barqah (drum), Denny Yuda Kusuma (perkusi), Ucok (biola), serta Edi Darome (kibor).
Praktis, "kejutan" yang ditunggu-tunggu pada konser besok memang masih gelap dan tentu saja ditunggu. Apalagi, mengingat tiga personel utama yang tersisa, yaitu Iwan Fals, Sawung Jabo, serta Setiawan Djody, perlu menyuguhkan penampilan yang penuh energi ketimbang sekadar konser nostalgia Kantata Takwa '91. Karena apa pun nomor-nomor yang mereka sajikan, baik itu dari Swami, Kantata Takwa, maupun Kantata Samsara serta Kantata Revolvere, pasti sangat ditunggu-tunggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar