Minggu, 01 Januari 2012

Kantata Barock menyuarakan kegelisahan rakyat Indonesia.




Pagelaran konser akbar 'Kantata Barock' di Stadion Utama Gelora Bung Karno banyak membawakan lagu bertema kritik sosial. Setiawan Djody, Sawung Jabo dan Iwan Fals berorasi menyuarakan kegelisahan rakyat Indonesia.

Konser yang di gelar hari Jumat (30/12) malam itu dimulai dengan video dari tokoh sastrawan almarhum WS Rendra yang membaca puisi dengan diiringi instrumen dari Sawung Jabo.
Sambutan hangat Setiawan Djody dan Iwan Fals membuat puluhan ribu penonton yang tumpah di tengah lapangan stadion GBK berteriak semangat meski sempat diguyur hujan gerimis.
Seperti 'Kantata Takwa', konser 'Kantata Barock' juga mengusung lagu-lagu sindirian terhadap para pemimpin yang tidak adil. Para musisi senior itu membawakan lagu Tikus Ngonggrongyang menceritakan tentang maraknya praktik korupsi di negeri ini.
Dengan lantang, Setiawan Djody berorasi diatas panggung menyerukan kepada pejabat untuk berlaku jujur, "Jangan merugikan rakyat. Pemimpin harus tegas memberantas korupsi yang masih ada di sekeliling kita,".
Tidak hanya itu, 'Kantata Barock' juga menggandeng band Kotak untuk menyuarakan hati rakyat lewat lagu Panji-Panji Demokrasi. Perpaduan suara Tantri dan Iwan Fals membuat puluhan ribu penonton bergerak mengangkat tangan.
Meski Setiawan Djody pernah mengalami koma beberapa bulan di Singapura, malam itu Djody tidak terlalu banyak bergerak. Djody sempat berpesan untuk menjaga perbedaan di tanah air, janganlah perbedaan itu membuat Indonesia terpecah belah. "Sudah jelas ideologi kita Pancasila," tegas Djody.
Pagelaran konser untuk rakyat itu berlangsung sekitar tiga setengah jam. LaguBongkardan Bentomenjadi tembang andalan Kantata Barock.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar